Wednesday, 4 October 2017

PENGGUNAAN GADGET YANG RAMAH ANAK



Gadget, merupakan satu istilah yang kini menjadi sangat akrab terdengar di telinga kita. Lantas apa itu gadget? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gadget diartikan sebagai peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis . Beberapa contoh gadget diantaranya adalah handphone, smartphone, laptop, netbook, tablet dan masih banyak lagi perangkat lainnya yang dirancang dengan teknologi modern.
Di zaman yang sangat modern pada saat ini perkembangan teknologi terus berkembang. Karena perkembangan teknologi akan berjalan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi. Teknologi diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan memberikan nilai yang positif. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Semakin canggih zaman maka semakin banyak gadget yang akan digunakan tentunya apalagi sekarang ini semakin banyaknya aplikasi canggih yang berkembang dan terus berkembang pesat maka semakin banyak pula orang yang ingin memilih dan menggunakannya untuk kebutuhan dalam mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkannya setiap harinya.
Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan gadget.Hampir seluruh manusia di belahan dunia saat ini mengenal dan menggunakan gadget. Salah satu contohnya penggunaan ponsel untuk keperluan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data dari GSMA sebagai salah satu asosiasi operator seluler di dunia menyebutkan bahwa pada pertengahan tahun 2017 jumlah pengguna ponsel melewati angka 5 miliar dan bahkan akan terus meningkat hingga 5,7 miliar atau setara dengan tiga perempat populasi dunia pada tahun 2020. Di Indonesia sendiri jumah pengguna ponsel telah melebihi jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari US Censcus Bureau pada tahun 2015 menjelaskan bahwa pengguna telepon seluler di Indonesia telah melebih dari 281 juta sedangkan jumlah penduduk Indonesia per awal tahun 2014 baru mencapai 251 juta jiwa. Hal ini mengungkapkan bahwa kebutuhan komunikasi dan informasi sangatlah tinggi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan gadget.
Gadget biasanya dilengkapi dengan fasilitas internet. Maka penggunaan gadget juga tidak dapat lepas dari penggunaan internet. Berdasarkan data statistik dari APJII tentang jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132,7 juta. Pengguna internet usia 15-19 tahun sebanyak 12,5 juta dan usia 10-14 tahun sebanyak 768 ribu. Fakta yang cukup memprihatinkan bahwa pengguna internet tersebut juga mencakup banyak anak-anak.
            Perlu adanya bimbingan yang mendidik untuk melindungi anak-anak akan bahaya gadget.  Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanyan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget oleh anak-anak. Meskipun kita juga tidak dapat kita memungkiri dampak positif dari penggunaan gadget. Dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget oleh anak-anak antara lain anak tumbuh menjadi pribadi yang individualis, gaya hidup konsumtif, mengkerdilkan daya kreatifitas, plagiarise dan gaya hidup yang meniru budaya asing.
            Banyak anak kini sibuk dengan gadget-nya masing-masing, mulai dari bermain game, menonton video ataupun sekedar membuka-buka aplikasi pada gadgetnya.  Kegiatan tersebut membuat anak lupa akan dunia di sekitarnya. Anak cenderung mengabaikan ketika disapa atau dipanggil, anak apatis terhadap  peristiwa sosial yang terjadi di sekitarnya. Selain itu berbagai informasi dari internet yang menawarkan kemudahan membuat anak menjadi pribadi yang konsumtif. Anak sangat tertarik terhadap berbagai produk baru yang menurutnya sedang mengkuti trend sehingga kadang memaksa orang tua untuk membelinya. Kemudahan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan materi-materi pelajaran di sekolah juga membuat anak menjadi malas membaca dan berkreatitas, anak cenderung meniru dan mengcopy paste apa yang diperolehnya dari internet. Hal ini mengakibatkan kreatifitas anak menjadi kerdil dan budaya plagiarism yang semakin tinggi. Informasi tentang budaya dan gaya hidup asing yang dilihatnya di internet juga mempengaruhi anak-anak dalam gaya hidup sehari-hari. Anak merasa bangga bila bisa meniru gaya asing dan dianggap mengikuti zaman.
            Meski demikian semua orang berhak merasakan dan menikmati teknologi gadget ini, termasuk anak. Gadget hendaknya jangan diasosiasikan sebagai hal yang bisa merugikan anak, gadget jika diulik lebih dalam bisa menjadi media belajar yang sangat menyenangkan. untuk anak. Nah tentunya, semua itu terkandung pada orang tua sebagai akses kontrol, pengawas dan orang yang ada di dekat anak. Aplikasi dan game yang ada di dalam gadget juga bisa menjadi alternatif atau sarana hiburan yang murah meriah. Jika diteliti lebih dalam, banyak game populer yang diambil dari pelajaran sehari-hari, misal Angry Birds yang mengusung hukum pegas dalam Fisika. Saat ini banyak tersedia konten-konten positif aplikasi dan game yang tersedia di Google Play, untuk aplikasi Anda mungkin bisa mendownload aplikasi buku pelajaran, aplikasi Al Quran, atau aplikasi pembelajaran yang lain. Jadi, memang yang perlu dilakukan hanyalah pembatasan dalam pemakaian gadget, perhatikan waktu pemakaian dan perhatikan pula isi aplikasi dan game yang dimainkan anak di dalam gadgetnya.
            Gadget merupakan salah satu alat yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, melalui gadget yang berteknologi canggih, anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai tugas nya disekolah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja dan kapan saja yang ingin kita ketahui. Dengan demikian dari internet kita bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan serta beradaptasi dengan modernisasi.
            Berbagai upaya dapat diterapkan dalam mengatasi bahay akan dampak negatif gadget bagi anak, salah satunya adalah mengoptimalkan peran orang tua sebagai orang yang dapat membatasi gerak-gerik anak dalam menggunakan gadget. Salah satu dampak negatif bagi anak yaitu berkaitan dengan sikap anak yang cenderung anti sosial dan memilih berlama-lama dengan gadgetnya masing-masing di dalam rumah, oleh karena itu perlu adanya tindakan langsung dari orang tua umtuk membatsi waktu anak dalam penggunaan gadget yang merugikan perkembangan anak.
            Saat ini pemerintah sudah membatasi akses internet yang memuat konten yang dinilai merusak moral anak, contohnya pemblokiran situs-situs dewasa. Namun tentu saja masih terdapat berbagai konten yang luput dari pengawasan pemerintah yang dapat diakses dari internet. Oleh karena itu peran orang tua begitu diharapkan sebagai agen filtering kejahatan moral yang dapat merusak generasi muda anak bangsa. Akan tetapi dengan semakin dimudahkannya akses internet dalam penggunaan gadget tentu akan berpengaruh terhadap sikap anak khususnya dalam belajar dan menciptakan kreativitas anak.
            Sejatinya gadget tidaklah sepenuhnya memberikan dampak-dampak yang buruk. Kehadiran gadget tentu saja memberikan kebermanfaatan tersendiri dalam beberapa aspek, misalnya memberikan sumber belajar yang lebih luas kepada anak-anak, akses informasi yang lebih cepat, efektif dalam berkomunikasi, belajar menggunakan teknologi dan mampu beradaptasi dengan modernisasi. Untuk itu, yang perlu dilakukan bukan memusnahkan gadget melainkan mencegah ataupun meminimalisir dampak-dampak negatif yang mungkin saja akan merusak pola pikir anak-anak. Hal ini dapat dimulai dari pola asuh orangtua di rumah, sebaiknya para orangtua membatasi anak-anaknya dalam mengoperasikan gadget supaya mereka tidak bergantung sepenuhnya dengan gadget. Hindarkan anak dari perilaku plaguarisme yang kini sudah menjadi hal yang biasa terjadi padahal hal ini dapat berdampak besar pada perkembangan anak-anak jika dibiarkan begitu saja, mereka sebaiknya diberikan apresiasi ketika bisa mengerjakan suatu tugas dengan pemikiran mereka sendiri, sehingga mereka tidak merasa minder karena tugas yang dia kerjakan. Anak-anak juga sebaiknya di awasi dan diberitahukan mana konten-konten yang boleh mereka akses serta konten-konten yang bisa mereka akses atau dapat pula dilakukan dengan memblokir situs-situs yang sekiranya tidak sesuai dengan anak-anak.
SETTING GADGET YANG RAMAH ANAK
Aplikasi blokir situs di Android merupakan aplikasi yang sangat dicari bagi orang tua, karena banyak situs-situs yang bisa merusak moral anak-anak. Aplikasi itu kini muncul di play store, dari berbagai aplikasi tersebut, terdapat salah satu yang bagus dan sudah mendapatkan rating yang tinggi dari para pengguna, yaitu "McAfee Parental Cotrol". Sebelum orangtua mengunduh dan menggunakan aplikasi ini, sebaiknya para orangtua perlu memperhatikan beberapa hal-hal seperti yang akan di paparkan dibawah ini:
1.      Anda harus mempunyai email yang tidak terhubung dengan Android anak, dan anda harus hafal nama email serta paswordnya karena hal ini diperlukan untuk menginstal aplikasi.
  1. Pastikan anak anda tidak mengetahui saat anda menginstalnya, karena akan menjadi masalah dikemudian hari.
Setelah memastikan anda memiliki email dan mengingat password dari email anda sendiri, maka     segera unduh dan instal aplikasi.
"McAfee Parental Cotrol" dapat di cari melalui Play Store atau langsung bisa kunjungi situs resminya. Keutamaan dari "McAfee Parental Cotrol" adalah sebagai berikut:
  1. Dapat menyaring secara langsung, di browser android dan juga aplikasi yeng telah didaftarkan untuk di saring (dilarang penggunaannya)
  2. Anda tidak perlu repot setting aplikasi di Ponsel anak
  3. Aplikasi bisa terhubung dengan Ponsel Anda, untuk menyeting
  4. Anak bisa meminta izin secara Online kepada Anda ketika ingin memakai aplikasi atau mengakses konten terlarang (tidak harus menghapus aplikasi)
  5. Anda bisa melacak riwayat penggunaan Ponsel Anak melalui Ponsel Anda
  6. Anda bisa melacak Ponsel ketika ponsel itu hilang
Ada banyak cara dalam memberikan pencegahan pada anak, baik itu dengan aplikasi maupun dengan tindakan langung dari orangtua. Sebenarnya, tingkat kecenderungan anak dalam penggunaan gadgdet bergantung pada orangtua masing-masing. Karena percuma saja sudah memberikan filter melalui gadget anak-anak apabila orangtua tidak menjelaskan secara lebih mendalam mengenai bahaya gadget bagi anak-anak.



             



.